Rabu, 28 Agustus 2019

KERAJINAN BAHAN KERAS ALAM - KAYU

KERAJINAN KAYU  

Negara Indonesia merupakan daerah tropis yang sebagian besar wilayahnya diisi oleh lautan dan juga hutan. Hutan yang tersebar di banyak tempat di Indonesia tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi para perajin. Karya kerajinan ukir kayu adalah karya kerajinan yang menggunakan bahan dari kayu yang dikerjakan atau dibentuk menggunakan tatah ukir. Kerajinan ukiran memang lebih banyak menggunakan bahan baku kayu sebagai bahan utamanya. Kayu yang biasanya digunakan adalah: kayu jati, mahoni, waru, sawo, nangka, dan lain-lain.
Salah satu kerajinan dari bahan keras kayu adalah ukir kayu 
Proses Produksi Kerajinan Ukir Kayu
Proses kerja dilakukan sesuai prosedur yang benar sehingga dapat menghindari kesalahan-kesalahan dan akan mendapatkan hasil yang maksimal. Berikut adalah langkah-langkah kerja yang harus dilakukan ketika akan melakukan kerja mengukir.

a. Penyiapan bahan
Prinsip kegiatan penyiapan bahan adalah menyiapkan kayu yang akan diukir sesuai ukuran yang ditentukan. Kegiatan ini meliputi mengukur, memotong, dan menghaluskan permukaan kayu.

b. Penyiapan alat
Prinsip kegiatan penyiapan alat adalah memilih alat yang akan digunakan dan mengondisikan alat dalam keadaan siap pakai sehingga benar-benar siap digunakan untuk mengukir. Alat yang tumpul harus diasah hingga tajam.

c. Membuat Rancangan/Gambar Kerja
Sebelum menentukan benda kerja/produk terlebih dahulu mendesain karya kerajinan yang akan dibuat. Pelajarilah beberapa motif yang bisa diukir serta di mana penerapannya. Hal ini dapat diawali dengan belajar membuat sketsa-sketsa desain yang paling sederhana yaitu dengan motif-motif geometris dan penerapannya.

d. Menyiapkan Pola
Prinsip penyiapan pola adalah menyiapkan atau membuat gambar sesuai bentuk dan ukuran yang akan diukir. Gambar pola ini sekaligus akan digunakan sebagai acuan/pedoman untuk kerja mengukir supaya bentuk dan ukuran tidak menyimpang dari ketentuan.

e. Menempel Pola pada Papan yang Sudah Disiapkan
Setelah proses memola selesai, maka langkah selanjutnya adalah menempel pola pada papan yang sudah disiapkan. Caranya : papan diberi lem secukupnya dan diratakan, pola direkatkan pada papan yang sudah diberi lem, dari satu tepi ke tepi yang lain kemudian pola ditekan pelan-pelan hingga posisi gambar rata, halus dan tepat.

f. Menyekrol (krawangan)
Menyekrol adalah proses melubang/memotong motif menjadi tembus yang sering disebut ukir krawangan. Proses ini tidak selalu dilakukan dalam proses mengukir, bergantung pada keinginan dalam membentuk ukirannya. apakah menginginkan ukiran krawangan atau tidak.

g. Memahat Awal (getak’i)
Permulaan pekerjaan mengukir adalah membuat “bukaan” ukiran. Bukaan adalah membentuk ukiran secara garis besar dan dalam keadaan kasar dan global. Pada tahapan ini, diperlihatkan arah dan bentuk ukiran, seperti: bentuk bulat, cekung, tinggi atau rendah sebatas getakan garis pola sehingga jika gambar atau pola yang telah ditempel terkelupas, motifnya tidak hilang.

h. Memahat Bagian Dasaran (lemahan)
Memahat pada dasaran/ lemahan dilakukan apabila ukirannya tidak tembus/ krawangan, sehingga motifnya akan terlihat jika lemahannya sudah selesai di buat. Ini salah satu contoh proses lemahan pada bidang ukiran motif yang lain.

i. Membentuk ukiran
Proses ini merupakan proses pembentukan tinggi rendahnya motif, atau timbul cekungnya motif sehingga membentuk sebuah ukiran yang indah dan menarik.

j. Memberi Benangan (Coretan) pada Motif
Membuat garis-garis pecahan pada ukiran yang sudah terbentuk secara halus sesuai dengan gambar, sehingga bentuk lebih hidup, dinamis termasuk bentuk cawenannya.

k. Mengampelas (menghaluskan)
Pengampelasan dilakukan setelah proses mengukir selesai. Pengampelasan harus dilakukan dengan hati-hati karena jika pengampelasan dilakukan sembarangan, pengampelasan akan merusak bentuk ukiran yang sudah bagus. Pemilihan kasar halusnya kertas ampelas juga harus benar, jangan sampai ukiran yang sudah halus kemudian rusak akibat penggunaan kertas ampelas yang kasar.

l. Finishing
Finishing sangat menentukan hasil akhir dari pembuatan karya ukiran. Oleh karena itu tahap ini harus dilakukan secara hati-hati dan benar supaya hasil akhir menjadi lebih baik.Finishing merupakan proses penyelesaian akhir sebuah pekerjaan. Finishing pada contoh proses berkarya di atas dapat menggunakan bahan politur teknik kuas dan oles. Jika prosesfinishing selesai dilanjutkan dengan pemasangan gantungan. 

JENIS DAN KARAKTERISTIK KERAJINAN BAHAN KERAS

JENIS DAN KARAKTERISTIK KERAJINAN BAHAN KERAS 
Beberapa bahan keras yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan terbagi dalam dua jenis,yaitu:
1. Bahan Keras Alam.
Bahan keras alam adalah bahan untuk karya kerajinan yang diperoleh dari alam sekitar dan merupakan sumber daya alam baik hutan, bumi, maupun perairan Indonesia. Sifatnya pejal, solid, kuat, padat, dan tidak mudah berubah bentuk. Contoh bahan keras alam yang kita kenal adalah kayu, bambu, rotan dan sebagainya.
Kerajinan yang terbuat dari benda keras memiliki kecenderungan kuat dan tahan lama bahkan bertahun-tahun lamanya. Apalagi jika dirawat dengan baik, kualitasnya tidak berubah seperti pada awalnya. Kebanyakan orang memilih benda keras untuk produk fungsional yang membutuhkan penggunaan penggunaan dalam waktu jangka panjang. Tentunya nilai produk kerajinan bahan keras juga mengikuti kualitasnya.
2. Bahan Keras Buatan.
Bahan keras buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah dan dicampur dengan bahan-bahan tertentu sehingga menjadi keras, dan memiliki sifat kuat dan tahan lama. Beragam karya kerajinan dari bahan keras buatan dapat dibuat berdasarkan bahan yang digunakan. Bahan-bahan yang digunakan bisa berupa kaleng, kaca, dan sebagainya. Kaleng berasal dari logam besi tipis yang dilapisi timah, sifatnya ringan tapi kuat. Sedangkan kaca berasal dari pasir silika dan beberapa oksida, sifatnya transparan, tembus pandang, rentan, dan mudah pecah.
Keragaman bahan keras tentunya memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lainnya. Dibawah ini merupakan ciri-ciri dari bahan keras yaitu:
1. Bahan Keras Alam.
Bahan keras alam adalah bahan yang berasal dari sumber daya alam, hutan, bumi, dan laut yang bersifat keras.
A. Kayu.
  • Kayu terdiri dari berbagai macam jenis, diantaranya: mahoni, pinus, jati, nangka, kelapa, lame, albasia, sungkai, kamper, meranti, dan sebagainya.
  • Masing-masing kayu memiliki ciri yang berbeda. Tetapi selain keras rata-rata memiliki serat atau urat kayu yang indah.
  • Memiliki lingkaran tahun.
  • Tahan lama dan dapat dibentuk dengan diukir.
  • Ada yang memiliki beban ringan seperti lame dan albasia, ada pula yang berat seperti jati.
  • Sebagian dapat memuat karena perubahan suhu, tidak demikian untuk kayu jati.
B. Bambu.
  • Batangnya kuat, namun akan terjadi pelapukan jika terkena air terus menerus.
  • Memiliki rongga dari ukuran 1 cm hingga 20 cm sehingga dapat dibuat sebagai wadah dalam kerajinan.
  • Memiliki ruas batang. Ruas inilah yang unik. Terkadang dalam pembuatan kerajinan sangat ditonjolkan.
  • Tekstur batangnya halus meskipun tidak diamplas.
  • Dapat dipotong berbentuk sayatan ataupun bentuk utuhan.
C. Rotan.
  • Batangnya kuat, lebih kuat dari bambu. Terutama serat batangnya sangat kokoh.
  • Rotan yang dimanfaatkan sebagai kerajinan ada yang berongga dan ada yang tidak. Yang berongga mempunyai ukuran 1/2 cm hingga 1 cm. Sedangkan yang tidak berongga merupakan bagian dalam dari rotan.
  • Memiliki ruas batang namun lebih samar dibanding bambu.
  • Tekstur batangnya halus meskipun tidak diamplas.
  • Dapat dipotong berbentuk sayatan ataupun bentuk utuhan.
  • Rotan memiliki bentuk yang panjang bisa mencapai 10 meter karena hidupnya menjalar dan melilit, sedangkan panjangnya selalu bertambah.
2. Bahan Keras Buatan.
Bahan keras buatan adalah sesuatu yang diolah manusia dari beberapa bahan dan bersifat keras.
A. Kaca.
  • Kaca wujudnya transparan dan bening.
  • Ketebalanya bervariasi antara 1 mm-2 cm tergantung pada kebutuhan.
  • Permukaanya licin dan kilap. Jika dilukis harus menggunakan cat khusus yang dapat menempel pada permukaan kaca.
  • Kaca dapat dilebur dan dibentuk dalam kondisi panas.
B. Logam.
  • Logam terdiri dari berbagai warna, ada yang perak, emas, ada yang kemerahan/kecoklatan, dan juga berwarna perak keabu-abuan.
  • Bentuknya ada yang tebal dan berat, adapula yang pipih dan tipis lagi ringan.
  • Logam mudah terkorosi oleh udara, maka kadang dilapisi dengan krom atau lapisan emas murni. Ada pula yang melapisinya dengan cat. Oleh sebab itu perawatan pada produk kerajinan logam cukup membutuhkan perhatian agar tidak pudar.

PRINSIP KERAJINAN BAHAN KERAS

Prinsip Kerajinan Bahan Keras

     pengetahuan dalam keragaman bahan dan alat serta teknik yang digunakan dalam membuat kerajinan merupakan cermin dari kepiawaian perajin dalam menciptakan karyanya. perkembangan tersebut dapat dilihat dari pemanfaatan bahan, cara membuat, maupun penampilan dari karya yang muncul.

Adapun prinsip pembuatan kerajinan bahan keras meliputi :

1. Keunikan bahan kerajinan
bahan dapat diambil dari alam, bahan buatan, bahan limbah organik, dan bahan limbah anoranik. seorang pengrajin hanya memerlukan ketekunan untuk dapat menciptakan sebuah karya dengan harga jual.

2. keragaman muatan nilai dalam produk kerajinan
banyaknya bentuk produk tidak lepas dari gagasan ataupun ide manusia.
oleh sebab itu pesan dari proses berkarya dapat dipilah sebagai berikut :
a. nilai fungsional
b. nilai informatik
c. nilai simbolik
d. nilai prestise (wibawa)

3. aspek rancangan dalam produk kerajinan
produk kerajinan mengandung banyak faktor yang menjadi bahan acuan dan pertimbangan.
adapun faktornya adalah :
1) faktor teknis

  • metode produksi handal
  • penerapan mesin dan manual
  • tingkat kemahiran SDM\
2) faktor ekonomis
  • pemasaran bersaing
  • sistem distribusi
3) faktor ergonomis
  • kenyamanan
  • kesesuaian
  • keamanan
4) faktor sains dan teknologi
  • unsur kebaruan
  • mengikuti perkembangan
5) faktor estetika 
  • penampilan keindahan
  • daya pikat
6) kondisi lingkungan

Rabu, 24 Juli 2019

MACAM - MACAM LAMPU YANG BIASA DIGUNAKAN

1. Lampu Incandescent atau Lampu Pijar

macam macam lampu pijar
news18.com
Lampu Incandecent atau biasa kita kenal dengan nama lampu pijar atau lampu bohlam. Lampu ini akan menghasilkan cahaya yang berasal dari filamen yang ada di dalam lampu. Ketika filamen dialiri arus listrik, maka dia akan menjadi panas dan menghasilkan cahaya.
Pada lampu terdapat kaca yang menyelubungi lampu, sehingga udara di dalam lampu tidak berhubungan langsung dengan udara luar. Hal ini untuk mencegah agar filamen tidak mudah rusak karena mengalami oksidasi.
Saat ini lampu pijar sudah mulai ditinggalkan, karena lebih boros listrik dibanding jenis lampu-lampu lainnya. Dan di beberapa negara penggunaan lampu pijar juga sudah mulai dikurangi. Meskipun begitu, lampu pijar masih belum punah dari pasaran, karena selain menghasilkan cahaya, panas yang dihasilkan biasa dimanfaatkan untuk menghangatkan ruang atau kandang binatang.

Struktur Lampu Pijar

struktur lampu pijar
id.wikipedia.org
Struktur lampu pijar terdiri dari beberapa bagian utama. Bagian-bagian itu dari bawah ke atas  secara berurutan adalah dasar lampu dari logam, gas lampu, filamen dan kaca lampu. Berikut adalah rincian mengenai bagian-bagian lampu yang ditunjukkan oleh gambar di atas.
  1. Bola lampu yang terbuat dari kaca
  2. Gas bertekanan rendah, seperti argon, neon dan nitrogen
  3. Filamen yang terbiat dari wolfram
  4. Kawat yang menghubungkan filamen dengan bagian ujung lampu
  5. Kawat yang menghubungkan filamen ke permukaan seperti sekrup
  6. Kawat penyokong
  7. Kaca untuk menyokong filamen agar tetap pada posisinya
  8. Kontak listrik di bagian ulir
  9. Sekrup ulir
  10. Isolator
  11. Kontak listrik di bagian ujung lampu

Cara Kerja Lampu Pijar

Filamen pada lampu pijar dapat memancarkan cahaya karena dia berada pada temperatur yang sangat tinggi. Panas yang dihasilkan oleh filamen biasanya sekitar 2800 derajt Kelvin dan paling tinggi sebesar 3700 derajat Kelvin. Pada temperatur yang sangat panas itulah filamen memancarkan cahaya berwarna kuning kemerah-merahan.
Yang pada dasarnya panas ini timbul karena terjadi hubungan arus pendek pada filamen lampu. Hubungan pendek bisa terjadi jika arus listrik dari dari kawat bermuatan arus positif bersentuhan dengan kawat bermuatan arus negatif yang menyebabkan kawat menjadi panas. Panas yang dihasilkan pada filamen sudah diatur, yang didasarkan dengan temperatur lampu, keawetan lampu dan besarnya cahaya yang dihasilkan.

2. Lampu Halogen

macam macam lampu halogen
youtube.com
Lampu halogen adalah sebuah lampu yang menggunakan campuran gas mulia dan sedikit gas halogen untuk mengisi bagian dalam bola lampu. Filamen pada lampu ini mampu beroperasi pada suhu yang lebih tinggi dibanding dengan lampu pijar dan lebih tahan lama.
Selain itu energi listrik yang digunakan lebih sedikit jika dibandingkan dengan lampu pijar pada suhu yang sama. Karena dapat beroperasi pada suhu yang tinggi, lampu halogen mampu menghasilkan cahaya dengan panjang gelombang yang lebih besar.

Struktur Lampu Halogen

Lampu halogen terdiri dari tiga bagian utama yaitu tabung lampu, filamen dan penyokong filamen. Tabung lampu biasanya dibuat dengan bahan yang mampu bertahan pada temperatur yang sangat tinggi. Bahan yang biasa digunakan adalah silika atau quarts.
Filamen pada lamu halogen terbuat dari bahan yang sama dengan filamen dari lampu pijar yaitu wolfram atau biasa disebut tungsten. Wolfram merupakan logam yang memiliki nomor 74 dan memakai lambang W pada tabel peridodik. Merupakan logam transisi yang mempunyai karakteristik yang keras dan berwarna abu-abu keputih-putihan.
Penyokong filamen biasanya dibuat dari bahan yang tahan panas. Menggunakan bahan yang sama dengan filamen atau terbuat dari porselin. Penyongkong akan membuat filamen tetap berada keadaan lurus di bagian tengah lampu.

Cara Kerja Lampu Halogen

Ketika filamen dialiri arus listrik maka dia akan berubah menjadi panas dan akan menghasilkan uap wolfram. Selanjutnya uap wolfram akan bereaksi dengan gas halogen dan menghasilkan senyawa baru yaitu halida wolfram. Kemudian halida wolfram akan bergerak di sekeliling filamen dan akhirnya akan bersentuhan dengan filamen.
Panas dari filamen menyebabkan gas halida wolfam terurai kembali menjadi gas halogen dan uap wolfram. Dimana uap wolfram akan kembali ke fialamen dan membebaskan gas halogen. Siklus ini terus berulang secara terus menerus, sehingga memancarkan cahaya lampu yang konstan dan tahan lama.

3. Lampu Fluorescent

macam macam lampu Fluorescent
shwebook.com
Lampu fluorescent atau biasa disebut lampu neon merupakan lampu yang beroperasi menggunakan tabung yang berisi gas argon dan merkuri. Di dalam tabung tersebut dialirkan arus listrik sehingga menghasilkan reksi yang memancarkan cahaya.

4. Compact Fluorescent Lamps (CFL)

macam macam lampu Compact Fluorescent lamps
inhabitat.com
Compact fluorescent lamps merupakan salah satu jenis lampu yang paling sering kita jumpai sehari-hari. Secara garis besar lampu ini memiliki cara kerja yang sama dengan lampu neon atau lampu fluorescent. Hanya saja tabung lampu dibuat dengan ukuran yang lebih kecil dan dibuat melingkara atau seperti sekrup. Lampu lebih unggul dibanding lampu neon biasa, karena menghasilkan panas yang lebih sedikit dan lebih hemat listrik.

5. Lampu Mercury

macam macam lampu merkuri
youtube.com
Lampu merkuri pada dasarnya memiliki cara kerja yang sama dengan lampu fluorescent, yaitu memancarkan cahaya disebabkan terjadinya reaksi antara gas merkuri dengan arus listrik. Hanya bentuk lampu yang lebih kecil dan dibuat berbentuk bulat seperti lampu pijar.

6. Lampu High Pressure Sodium (HPS)

macam macam lampu high pressure sodium
made-in-china.com
High Pressure Sodium (HPS), Metal HalideMercury Vapor dan Self-swabalast Mercury Lampssemuanya merupakan lampu discharge dengan intensitas tinggi atau high intensity discharge(HID). Jika dibandingkan dengan lampu neon dan lampu pijar, lampu HID mampu menghasilkan cahaya dengan intesitas yang lebih besar dari lampu yang relatif kecil.

7. Lampu Low Pressure Sodium (LPS)

macam macam lampu low pressure sodium
youtube.com
Low-pressure sodium lamps yang artinya lampu sodium bertekanan rendah merupakan lampu yang memiliki efikasi paling tinggi dibanding semua lampu yang tersedia di pasaran. Meskipun lampu ini memancarkan cahaya berwarna kuning, kemampuannya sama dengan high pressure sodium lamps.
Low-pressure sodium lamps memiliki prinsip kerja yang sama seperti lampu neon dan memerlukan ballast. Dibutuhkan waktu beberapa saat untuk melakukan pemanasan singkat agar lampu dapat mencapai kecerahan maksimal.

8. Lampu Light Emitting Diode (LED)

macam macam lampu LED
Light Emitting Dioda (LED) adalah lampu tanpa filamen, yang rendah konsumsi daya dan memiliki rentang hidup yang panjang. LED baru muncul ke pasaran dan mulai bersaing dengan produk lampu konvensional. Namun sayang lampu ini  tidak memiliki cahaya dengan lumen yang sesuai dengan kebutuhan, sehingga tidak dapat sepenuhnya menggantikan lampu pijar, dan lampu jenis lainnya.
Teknologi terus berkembang setiap harinya sehingga mulai bermunculan macam-macam lampu yang lebih cangggih. Seiring dengan itu teknologi LED juga mengalami kemajuan. Sehingga akan membuatnya mampu bersaing secara seimbang dengan lampu konvensional dan dapat diaplikasikan di rumah dan kantor.

SUMBER : informazone.com/macam-macam-lampu/

MACAM-MACAM STOP KONTAK - COLOKAN KISTRIK ATAU OUTLET PLUG

MACAM-MACAM STOP KONTAK - COLOKAN KISTRIK ATAU OUTLET PLUG


Model Stop Kontak-Colokan Listrik atau Outlet Plug di Berbagai Negara

Ada 15 Jenis Outlet Plug Yang Dipakai di Seluruh Dunia

Dalam aktifitas sehari-hari tidak lepas dengan peralatan yang disebut dengan colokan listrik atau electrical plug. Mengapa ada colokan listrik? Pertanyaan mendasar ini sering terlintas di benak kita. Colokan listrik ini di buat agar beban listrik seperti setrika, kipas angin, charger hp dan lain-lain dapat mudah berpindah tempat. Jadi tinggal dihubungkan dengan stop kontak terdekatnya.
Untuk anda yang akan berpergian ke luar negeri, ada baiknya juga tidak melupakan mengenai hal ini. Karena model stop kontak yang digunakan di tiap negara berbeda-beda tergantung standard yang diterapkan di negara tersebut. Jangan sampai hal kecil seperti ini menghambat aktifitas anda. Karena akan butuh waktu untuk mencari adapter yang cocok. Dan kadangkala harganya cukup mahal.
Pada saat ini terdapat 15 jenis colokan outlet listrik yang digunakan. Jenis variasi colokan listrik ini sangat baik untuk dipelajari sehingga dapat mempersiapkan converter atau adapter colokan listrik yang ada di suatu negara tersebut, yang cocok dengan colokan listrik peralatan yang kita punya. Penentuan jenis masing-masing colokan ini telah ditetapkan surat oleh US Department of Commerce International Trade Administration (ITA). Jenis solokan ini diurutkan sesuai alphabet, yaitu dimulai dengan type A, type B, type C dan seterusnya.

 Type A

Type B

Type C

  • Negara Pengguna : USA, Canada, Mexico dan Japan (untuk melihat daftar lengkap negara yang memakai type ini, klik disini)
  • 2 pins
  • Tidak ada grounding
  • 15 A
  • Pada umumnya menggunakan tegangan 100 – 127 V
  • Socket ini cocok untuk dipasangkan dengan tipe A
  • Negara Pengguna : USA, Canada, Mexico dan Japan (untuk melihat daftar lengkap negara yang memakai type ini, klik disini)
  • 3 pins
  • Ada grounding
  • 15 A
  • Pada umumnya menggunakan tegangan 100 – 127 V
  • Socket ini cocok untuk dipasangkan dengan tipe A dan tipe B
  • Negara Pengguna : Europe, South America & Asia (untuk melihat daftar lengkap negara yang memakai type ini, klik disini)
  • 2 pins
  • Tidak ada grounding
  • 2.5 A
  • Pada umumnya menggunakan tegangan 220 – 240 V
  • Socket ini cocok untuk dipasangkan dengan tipe C



Type D

Type E

Type F

  • Negara Pengguna : India (untuk melihat daftar lengkap negara yang memakai type ini, klik disini)
  • 3 pins
  • Ada grounding
  • 5 A
  • Pada umumnya menggunakan tegangan 220 – 240 V
  • Socket ini cocok untuk dipasangkan dengan tipe C dan tipe D (Tidak aman untuk colokan tipe E dan tipe F)
  • Negara Pengguna : France, Belgium, Poland, Slovakia dan Czech Republic (untuk melihat daftar lengkap negara yang memakai type ini, klik disini)
  • 2 pins
  • Ada grounding
  • 16 A
  • Pada umumnya menggunakan tegangan 220 – 240 V
  • Socket ini cocok untuk dipasangkan dengan tipe Ctipe E dan tipe F
  • Negara Pengguna : Europe & Russia, kecualidi negara UK dan Ireland (untuk melihat daftar lengkap negara yang memakai type ini, klik disini)
  • 2 pins
  • Ada grounding
  • 16 A
  • Pada umumnya menggunakan tegangan 220 – 240 V
  • Socket ini cocok untuk dipasangkan dengan tipe Ctipe E dan tipe F



Type G

Type H

Type I

  • Negara Pengguna : United Kingdom, Ireland, Malta, Malaysia dan Singapore (untuk melihat daftar lengkap negara yang memakai type ini, klik disini)
  • 3 pins
  • Ada grounding
  • 13 A
  • Pada umumnya menggunakan tegangan 220 – 240 V
  • Socket ini cocok untuk dipasangkan dengan tipe G
  • Negara Pengguna : Israel, the West Bank & the Gaza Strip (untuk melihat daftar lengkap negara yang memakai type ini, klik disini)
  • 3 pins
  • Ada grounding
  • 16 A
  • Pada umumnya menggunakan tegangan 220 – 240 V
  • Socket ini cocok untuk dipasangkan dengan tipe C dan tipe H (Tidak aman untuk colokan tipe E dan tipe F)
  • Negara Pengguna : Australia, New Zealand, China dan Argentina (untuk melihat daftar lengkap negara yang memakai type ini, klik disini)
  • 2 atau 3 pins
  • 2 pins: tidak ada grounding atau 3 pins ada grounding
  • 10 A
  • Pada umumnya menggunakan tegangan 220 – 240 V
  • Socket ini cocok untuk dipasangkan dengan tipe I



Type J

Type K

Type L

  • Negara Pengguna : Switzerland, Liechtenstein dan Rwanda (untuk melihat daftar lengkap negara yang memakai type ini, klik disini)
  • 3 pins
  • Ada grounding
  • 10 A
  • Pada umumnya menggunakan tegangan 220 – 240 V
  • Socket ini cocok untuk dipasangkan dengan tipe C dan tipe J
  • Negara Pengguna : Denmark dan Greenland (untuk melihat daftar lengkap negara yang memakai type ini, klik disini)
  • 3 pins
  • Ada grounding
  • 16 A
  • Pada umumnya menggunakan tegangan 220 – 240 V
  • Socket ini cocok untuk dipasangkan dengan tipe E dan tipe F
  • Negara Pengguna : Italy dan Chile (untuk melihat daftar lengkap negara yang memakai type ini, klik disini)
  • 3 pins
  • Ada grounding
  • 10 A dan 16 A
  • Pada umumnya menggunakan tegangan 220 – 240 V
  • Untuk yang 10 A socket ini cocok untuk dipasangkan dengan tipe Cdan tipe L.
  • Untuk yang 16 A socket ini cocok untuk dipasangkan dengan tipe L.



Type M

Type N

Type O

  • Negara Pengguna : South Africa (untuk melihat daftar lengkap negara yang memakai type ini, klik disini)
  • 3 pins
  • Ada grounding
  • 15 A
  • Pada umumnya menggunakan tegangan 220 – 240 V
  • Socket ini cocok untuk dipasangkan dengan tipe M.
  • Negara Pengguna : Brazil (untuk melihat daftar lengkap negara yang memakai type ini, klik disini)
  • 3 pins
  • Ada grounding
  • 10 dan 20 A
  • Pada umumnya menggunakan tegangan 100 – 240 V
  • Socket ini cocok untuk dipasangkan dengan tipe C dan tipe N
  • Negara Pengguna : Thailand (untuk melihat daftar lengkap negara yang memakai type ini, klik disini)
  • 3 pins
  • Tidak ada grounding
  • 16 A
  • Pada umumnya menggunakan tegangan 220 – 240 V
  • Socket ini cocok untuk dipasangkan dengan tipe C dan tipe O (Tidak aman untuk colokan tipe E dan tipe F)

Simbol

Simbol grafis ini adalah standar yang digunakan pada gambar arsitektur dan single line diagram untuk mewakili soket. Standar symbol ini digunakan untuk memberikan presepsi yang sama antara pembaca dan penulis/desiner.
Soket listrik umum
Multi Soket
Soket untuk telekomunikasi